“Rutinitas sebelum tidur bisa membantu Anda memperbaiki pola tidur. Pemilihan kasur yang tepat juga bisa berpengaruh pada pola dan kualitas tidur Anda.”

Untuk menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan makan makanan yang bergizi seimbang saja, Anda juga harus menjaga pola tidur. Pola tidur yang berantakan bisa menurunkan sistem imun dan membuat Anda mudah sakit.[1] Oleh karenanya, Anda harus tahu cara memperbaiki pola tidur agar mendapatkan tidur berkualitas.

Dampak Kesehatan dari Pola Tidur yang Salah dan Berkepanjangan 

Pola tidur merupakan kebiasaan waktu tidur, mulai dari jam mulai tidur sampai bangun. Di dalamnya juga mencakup frekuensi tidur dan kenyamanan atau kualitas tidur.[2]

Pola tidur juga mempengaruhi irama sirkadian atau jam biologis tubuh. Ketika pola tidur Anda berantakan maka jam biologis Anda pun akan berubah.

Jam biologis sendiri merupakan cara alami tubuh untuk merespon segala pola aktivitas dan istirahat makhluk hidup termasuk manusia. Setiap orang mempunyai jam biologis yang berbeda-beda tergantung dari aktivitas dan kebiasaannya.[3]

Pola tidur yang berantakan bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Sistem imun tubuh Anda bisa menurun dan akibatnya Anda akan lebih mudah sakit. Selain itu, daya ingat juga bisa menurun. Oleh karenanya, Anda harus mempunyai pola tidur yang baik dan teratur.

Idealnya orang dewasa membutuhkan waktu 7-9 jam untuk tidur atau istirahat. Waktu tidur ini bisa Anda bagi menjadi 7-8 jam tidur malam dan 30 menit tidur siang.[4] Jika pola tidur ini berubah, Anda harus memperbaikinya.

Cara Memperbaiki Pola Tidur untuk Kesehatan Tubuh

Adapun cara memperbaiki pola tidur untuk kesehatan tubuh yaitu: 

1. Hindari Main Ponsel Sebelum Tidur

Salah satu cara memperbaiki jam tidur adalah dengan menghindari main ponsel sebelum tidur.

Memainkan ponsel sebelum tidur bisa mengganggu kualitas tidur Anda. Jam tidur Anda bisa berubah karena terlalu asyik main ponsel sampai lupa waktu. Selain itu, cahaya dari ponsel juga bisa menghambat produksi hormon melatonin yang memicu Anda untuk sulit tidur.

Oleh karenanya, sebaiknya letakkan ponsel jauh dari jangkauan Anda selama tidur. Anda bisa menggunakan mode silent ketika akan tidur agar tidak terganggu.

2. Rutin Berolahraga

Olahraga juga bisa membantu Anda untuk memperbaiki pola tidur. Dengan olahraga yang rutin produksi hormon melatonin akan kembali lancar. Hal ini akan membuat Anda menjadi lebih mudah untuk tidur.

Namun, hindari untuk melakukan olahraga mendekati jam tidur. Anda bisa olahraga di pagi atau sore hari selama 30 menit minimal 5 kali dalam seminggu.

3. Meditasi Sebelum Tidur

Cara mengembalikan jam tidur yang selanjutnya adalah dengan melakukan meditasi sebelum tidur. Meditasi merupakan salah satu cara untuk membuat badan menjadi rileks. Ketika tubuh rileks maka hormon melatonin dalam tubuh bisa diproduksi dengan maksimal.

Meditasi ini bisa Anda lakukan dengan cara duduk ataupun sambil tiduran. Atur posisi senyaman mungkin lalu pejamkan mata Anda. Tarik napas dengan perlahan lalu tahan dan buang juga dengan perlahan. Fokuskan pikiran Anda pada pengambilan napas yang Anda lakukan.

Cukup 5-10 menit meditasi, kantuk akan segera menyerang. Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

4. Atur Kamar Tidur Senyaman Mungkin

Mengatur kamar tidur senyaman mungkin adalah salah satu cara untuk memperbaiki pola tidur Anda. Anda bisa mengatur cahaya sebelum tidur, seperti mematikan lampunya. Jika Anda tidak bisa tidur dalam keadaan gelap, gantilah lampu kamar menjadi lampu redup sebelum tidur.

Anda juga bisa memasang humidifier sebelum tidur. Gunakan aromaterapi yang bisa menenangkan. Pastikan juga suhu ruangan dingin dan tidak terlalu panas agar Anda bisa tidur lebih nyaman.

5. Atur Jam Tidur Siang

Salah satu penyebab jam tidur berantakan adalah tidur siang yang terlalu lama. Waktu ideal tidur siang hanyalah 30 menit saja. Jika Anda tidur siang lebih dari waktu ini maka bisa menyebabkan resiko sulit tidur di malam  hari.

Selain itu, hindari tidur siang menjelang sore. Karena waktu tidur siang yang mendekati malam justru akan membuat pola tidur menjadi berantakan. Anda bisa tidur antara pukul 1 sampai 2 siang selama 20-30 menit saja.

6. Buat Rutinitas sebelum Tidur

Agar Anda bisa memperbaiki pola tidur, Anda bisa membuat rutinitas sebelum tidur. Rutinitas sebelum tidur ini bisa, seperti gosok gigi, cuci kaki, dan melakukan meditasi.

Biasakan untuk menerapkan rutinitas ini sebelum tidur. Jika rutinitas ini sudah Anda jalankan maka tubuh dengan sendirinya akan meresponnya. Tubuh akan lebih cepat tidur setelah Anda melakukan rutinitas tidur.

7. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman sebelum Tidur

Makanan dan minuman sebelum tidur juga berpengaruh terhadap pola tidur. Hindari makan dan minum yang banyak mengandung kafein karena ini membuat Anda sulit untuk tidur.

8. Gunakan Kasur yang Nyaman

Cara mengatur pola tidur yang terakhir adalah dengan memilih untuk menggunakan kasur yang nyaman. Kasur yang nyaman sangat berpengaruh pada kualitas tidur. Kualitas tidur akan membaik jika Anda tidur di tempat tidur yang nyaman.

Jika Anda menginginkan tidur yang benar-benar nyaman dan berkualitas, tidak ada pilihan yang lebih baik daripada cloud mattress dari Domibed. Kasur ini telah ditingkatkan dengan teknologi 5 zones memory foam yang menjadikannya jauh lebih empuk daripada merek kasur lainnya. 

Kelebihan luar biasa dari memory foam ini adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan panas tubuh dan tekanan tubuh saat Anda tidur, yang pada gilirannya membuat pola tidur Anda menjadi lebih baik.

Pernahkah Anda mendengar tentang pillow talk? Pillow talk adalah obrolan bersama dengan pasangan yang dilakukan di atas ranjang. Kebiasaan mengobrol sebelum tidur dengan pasangan ini ternyata sangat baik manfaatnya untuk keharmonisan rumah tangga.

Apakah pillow talk artinya hanya mengobrol biasa saja sebelum tidur? Lalu, apa manfaatnya rutin melakukan pillow talk bersama dengan pasangan? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Pillow Talk

Banyak yang mengira pillow talk hanyalah obrolan di atas ranjang sebelum ataupun sesudah berhubungan intim padahal arti pillow talk bukan hanya sekedar itu saja. Karena inti dari pillow talk adalah menjalin komunikasi dengan pasangan untuk mempererat hubungan.

Pillow talk dilakukan di atas ranjang sambil berpelukan bersama dengan pasangan. Menurut Allan Wegner, seorang terapis pernikahan dan keluarga menyebutkan, pillow talk merupakan percakapan intim tanpa jarak dengan pasangan.[1]

Percakapan yang terjadi selama pillow talk, tidak ada kontak mata, yang ada hanyalah sentuhan dan terus saling berbicara. Cara komunikasi ini dianggap berhasil untuk mendekatkan emosional pasangan.

Selain itu, cara komunikasi ini juga sudah pasti terjadi sangat natural. Pasalnya tidak ada tatapan mata yang mungkin membuat pasangan menjadi grogi atau merasa terintimidasi. Dengan demikian Anda bisa berbicara bebas meluapkan dan mencurahkan emosi dan kasih sayang tanpa batas kepada pasangan.

Pillow talk memang bagus dilakukan sebelum ataupun sesudah berhubungan intim. Cara ini bisa membangun chemistry dan bisa meningkatkan kepuasaan pasangan.

Namun, pillow talk tidak harus selalu berkaitan dengan berhubungan intim, ngobrol santai sebelum tidur di malam hari juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk pillow talk. Tidak hanya malam, siang hari pun ketika Anda dan pasangan mempunyai waktu luang bisa melakukan pillow talk sambil bersantai.

Pentingnya Pillow Talk bagi Pasangan

Melakukan pillow talk bersama dengan pasangan sangatlah penting. Dengan pillow talk Anda bisa berkomunikasi dan saling menguatkan hubungan emosional. Selain itu, ada beberapa manfaat pillow talk untuk pasangan yang harus Anda ketahui.

1. Membangun Ikatan Emosional dengan Pasangan

Manfaat melakukan pillow talk yang pertama adalah bisa membangun ikatan emosional. Ketika mengobrol di atas kasur bersama pasangan, Anda bisa mengungkapkan rasa cinta dengan gesture ataupun sentuhan. Hal ini bisa membuat Anda dan pasangan lebih dekat satu sama lain.

2. Meluruskan Masalah atau Kesalahpahaman

Anda juga bisa memanfaatkan rutinitas pillow talk untuk meluruskan masalah atau kesalahpahaman yang terjadi. Berbicara sambil tiduran dan saling memeluk bisa meredam emosi marah. Anda dan pasangan bisa saling berkomunikasi dengan kepala dingin dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.

3. Meningkatkan Hormon Kebahagiaan

Pillow talk sebelum tidur juga bisa memicu peningkatan produksi hormon kebahagiaan yaitu hormon oksitosin. Meningkatnya hormon ini bisa membuat Anda dan pasangan mengalami gairah cinta dan kebahagiaan.

Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan cara berpelukan dan melakukan pendekatan intim.[2]

4. Mempererat Hubungan

Sudah pasti, manfaat melakukan pillow talk adalah bisa mempererat hubungan, apalagi jika Anda melakukan secara rutin. Hubungan Anda dengan pasangan bisa semakin erat karena seringnya berkomunikasi secara intim dan romantis.

Cara Membuat Pillow Talk dengan Pasangan Lebih Hangat

Cara melakukan pillow talk sebenarnya sangat sederhana, Anda hanya perlu waktu untuk tiduran bersama dengan pasangan. Ketika melakukan pillow talk, usahakan semua gadget berada jauh dari jangkauan. Hal ini perlu Anda lakukan agar obrolan Anda tidak terganggu dengan gadget.

Mulailah untuk pillow talk dengan saling memeluk. Anda bisa memulai obrolan dengan topik yang santai. Ada banyak pilihan topik obrolan saat pillow talk yang bisa Anda gunakan, seperti:

  1. Bercerita tentang aktivitas keseharian atau kejadian selama Anda dan pasangan sedang bekerja.
  2. Bahas tentang impian masa depan yang ingin Anda capai bersama.
  3. Mengingat kembali masa-masa pacaran.
  4. Mengungkapkan hal yang membuat Anda dan pasangan bisa saling mencintai.
  5. Jika masih ada masalah, cobalah bicarakan masalah tersebut dan cari solusi bersama.
  6. Sharing tentang hal-hal positif dan berikan sentuhan agar pasangan menjadi lebih nyaman dan merasa percaya diri.

Selama pillow talk, hindarilah untuk membicarakan hal-hal yang bersifat menyinggung pasangan. Anda tidak perlu mengungkit kesalahan masa lalunya yang sudah lama. Fokuskan hanya untuk saling berbagai kemesraan dan membahas masa depan.

Untuk mendapatkan pillow talk yang hangat, tidak hanya topik obrolannya saja yang harus Anda perhatikan. Kasur dan bantal yang Anda gunakan juga harus yang nyaman.

Rekomendasi Produk Domibed Agar Pillow Talk dengan Pasangan Lebih Hangat

Agar pillow talk dengan pasangan semakin hangat, Domi memory cloud pillow tidak hanya menjadi bantal tidur yang inovatif tetapi juga teman setia untuk momen bercengkrama bersama yang intim. Bantal ini menghadirkan kenyamanan luar biasa berkat bahan proprietary blend memory foam yang terinfus dengan gel dan campuran serat microfiber, serta tingkat keempukan yang dapat disesuaikan, mulai dari Soft, Medium, hingga Firm.

Selain dengan bantal akan lebih baik jika ditemani oleh bliss mattress dari Domibed. Kasur ini terbuat dari bahan yang lembut dengan tingkat keempukan medium. Domibed menggunakan Hypoallergenic Natural Latex yang membuat kasur tidak akan panas.

Dengan kehadiran bliss mattress dan memory cloud pillow dari Domi, tidur yang nyenyak dan momen berbagi cerita yang intim bersama pasangan akan menjadi suatu kesempurnaan bagi Anda dan pasangan. Kedua produk ini adalah pilihan yang ideal untuk menjaga kualitas tidur dan menghadirkan pengalaman berharga dalam hubungan dengan pasangan.

Setelah tahu pillow talk adalah salah satu kunci keharmonisan hubungan, jadi mulai kapan Anda dan pasangan akan melakukannya?

“Posisi tidur untuk penderita skoliosis harus diperhatikan. Selain bisa membantu memperbaiki postur tubuh, posisi tidur yang nyaman juga bisa meningkatkan kualitas tidur.”

Bagaimana posisi tidur untuk penderita skoliosis? Apakah ada pantangan posisi tidur?

Skoliosis merupakan salah satu kelainan pembengkokan pada tulang. Siapa saja bisa mengalami ini, namun yang paling rentang adalah anak usia remaja.[1]

Penderita skoliosis seringkali mengeluhkan posisi tidur yang kurang nyaman. Karena posisi tidur yang kurang nyaman ini membuat kualitas tidurnya menjadi kurang baik. Anda penderita skoliosis harus memilih posisi tidur yang tepat jika ingin mendapatkan tidur yang nyaman.

Oleh karenanya, di sini akan dibahas posisi tidur apa saja yang tepat untuk penderita skoliosis. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan informasi lengkap tentang skoliosis hanya di sini.

Mengenal Pengertian dan Penyebab Skoliosis

Sebelum membahas posisi tidur yang tepat untuk penderita skoliosis, Anda harus tahu apa itu skoliosis itu. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, skoliosis adalah pembengkokan tulang belakang. Bentuk tulang belakang penderita skoliosis tidak normal, cenderung membentuk seperti huruf C atau S.

Skoliosis terjadi ketika ujung bawah tulang punggung mengalami pembengkokan ke kiri atau ke kanan.[2] Pembengkokan ini membuat tulang punggung tidak sesuai dengan bentuk normalnya. Tingkat keparahan skoliosis berbeda-beda, tergantung dari derajat kelengkungan atau bengkoknya tulang.

Penyebab skoliosis sangat beragam, mulai dari cedera, kelainan tulang atau otot, dan lainnya. Namun, 80% penyebab dari skoliosis masih belum dapat diidentifikasi.[3]

Perbedaan Skoliosis, Kifosis, dan Lordosis

Kelainan tulang belakang tidak hanya skoliosis saja, ada lordosis dan kifosis. Ketiganya, sama-sama kelainan tulang belakang yang menyebabkan postur tubuh menjadi tidak normal.

Namun, ketiganya mempunyai perbedaan mendasar. Berikut ini adalah perbedaan skoliosis, kifosis, dan lordosis yang wajib Anda ketahui.

SkoliosisKifosisLordosis
Lengkung TulangKe kiri atau ke kananBungkuk ke depanBungkuk ke depan
Postur TubuhPunggung membentuk seperti huruf C atau SPunggung membungkuk ke depanPunggung membungkuk ke depan dan bagian perut menonjol ke depan
Pusat Rasa Nyeri PunggungPunggung sampai dada, terkadang menimbulkan sesak napasPunggung bagian tengah sampai ke tengkukPunggung bawah sampai leher
Gejala yang MunculTinggi bahu tidak sama, sering sesak nafas, muncul benjolan di dada.Kepala lebih condong ke depan, bungkuk ke depan ketika berjalan.Gangguan pada kandung kemih, tulang belikat lebih menonjol ke depan.

Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis

Posisi Tidur untuk Penderita Skoliosis

Apakah skoliosis bisa disembuhkan? Tentu saja bisa, salah satu cara menyembuhkan skoliosis adalah dengan melakukan fisioterapi.[4] Selain melalui fisioterapi, Anda juga bisa membantunya dengan posisi tidur yang tepat.

Selain memberikan rasa nyaman, posisi tidur juga bisa membantu proses terapi penyembuhan skoliosis. Berikut ini adalah rekomendasi posisi tidur skoliosis.

1. Terlentang

Rekomendasi posisi tidur ternyaman untuk penderita skoliosis adalah tidur telentang. Dengan tidur telentang semua punggung akan ditopang secara merata di atas kasur. Sehingga tidak akan ada tekanan yang berlebih pada salah satu bagian tubuh.

Tidur telentang juga bisa membantu mencegah posisi tulang belakang melengkung ke depan maupun ke belakang. Jadi, Anda juga bisa terhindar dari hiperkifosis.

2. Miring ke Kanan atau Kiri

Posisi tidur miring ke kanan ataupun ke kiri juga merupakan posisi tidur recommended untuk penderita skoliosis. Anda bisa tidur miring ke kiri jika tulang belakang Anda cenderung bengkok ke kiri. Begitu juga sebaliknya, jika skoliosis Anda cenderung miring ke kanan, Anda bisa tidur miring  ke kanan.

Dengan posisi miring ini, tulang belakang Anda akan tetap netral. Selain itu, tidur miring juga bagus untuk mencegah dan mengatasi sleep apnea atau tidur mendengkur.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Tidur untuk Penderita Skoliosis

Selain posisi tidur, penderita skoliosis juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini agar tidur semakin nyaman.

1. Suasana Ruang Tidur

Pastikan suasana ruang tidur Anda redup dan tidak terlalu terang. Ruangan yang redup akan membuat Anda menjadi lebih rileks sehingga kualitas tidur pun menjadi lebih baik.

Selain itu, Anda juga harus menjaga ruangan agar tetap lembab dan sejuk. Anda bisa menggunakan humidifier dengan aroma lavender untuk menjaga kelembaban ruang tidur.

Hindari juga menggunakan gadget atau perangkat elektronik lainnya sebelum tidur. Letakkan gadget kamu jauh dari tempat tidur minimal 10 menit sebelum tidur. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik.

2. Pemilihan Kasur dan Bantal

Penderita skoliosis juga harus memperhatikan pemilihan kasur dan bantalnya. Pilihlah kasur dan bantal dengan tingkat kekerasan yang sedang.

Hindari menggunakan kasur yang terlalu lembut atau terlalu keras. Pastikan kasur bisa menopang punggung secara maksimal.

Rekomendasi kasur terbaik untuk penderita skoliosis adalah cloud mattress dari Domibed. Kasur ini dirancang dengan menggunakan high density quantum base foam yang bisa menopang punggung dengan sempurna.

Salah satu keunggulan utama dari cloud mattress adalah penggunaan bahan “memory foam” nya yang mampu mengikuti bentuk tubuh Anda dengan sempurna ketika tidur dengan posisi menyamping.

Selain itu, untuk Anda yang lebih suka tidur dalam posisi terlentang, pilihan yang sangat sesuai adalah kasur mate mattress yang dirancang secara khusus dengan fungsi ortopedi untuk memberikan dukungan luar biasa bagi tulang belakang Anda. Kasur ini adalah pilihan yang sempurna, terutama bagi mereka yang sering mengalami masalah sakit punggung.

Walaupun sepele, posisi tidur untuk penderita skoliosis memang harus diperhatikan. Salah pilih posisi tidur bisa membuat skoliosis semakin parah dan membuat punggung menjadi lebih nyeri. Pastikan kamu juga pilih kasur dan bantal yang tepat agar tidur semakin nyaman bersama Domibed.

×